*Bes@r vs M@ha Bes@r…

20 Jul 2010

Menghadap, menemui seseorang adalah hal biasa dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghadap seorang pemimpin, baik di Pemerintahan atau Swasta untuk menyampaikan sesuatu hal atau proposal ataupun sebuah harapan dan lain-lain sebagainya. Namun terkadang tidaklah mudah bisa menjumpai orang-orang penting itu karena mereka Orang Besar meskipun mereka juga manusia biasa.

Sebagai ilustrasi, kalau menghadap pak RT atau pak RW memang lebih mudah dibandingkan menghadap Lurah atau Camat. Beda lagi tingkat kesulitan kalau menghadap Bupati atau Gubernur atau pembesar lainnya seperti Menteri Negara atau Presiden umpamanya, disitu ada hambatan seperti daftar tamu, protokoler, sekuriti, acara pribadi dan sebagainya.

Contoh lain, kendala sama tetapi tak serupa terkadang juga dialami oleh para mahasiswa yang ingin menghadap dosen pembimbing tugas akhir kesarjanaannya, sang dosen susah ditemui karena tidak ada di kampus sedang dinas luar menggarap proyek misalnya atau hal yang lain.

Tatkala kita hendak menghadap Tuhan Allah SWT, haruskah dengan susah payah dan pakai antri segala?

Hai anak Adam, jika kamu ingin menghadap Tuhanmu, kau dapat melakukannya tanpa meminta izin terlebih dahulu dan tanpa perantara siapapun!

Caranya, dengan menyempurnakan wudhumu dan memasuki mihrabmu.

Saat itu, engkau telah berhadapan dengan Tuhanmu tanpa permintaan izin apa pun dan engkau dapat berbicara pada-Nya tanpa perantara siapapun. (Buku Rahasia-Rahasia Shalat karya Al-Ghazali).

Pada awal mendirikan shalat tatkala membaca Doa Iftitah kita membuat pernyataan kepada Allah SWT : Aku telah menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan ikhlas tunduk berserah diri, dan tidaklah aku termasuk orang2 yang musyrik .(dst). Sepanjang bacaan Doa Iftitah, kita merasa berjumpa dengan Allah SWT, berhadapan langsung dengan-NYA.

Rasulullah SAW bersabda dalam Hadist Qudsi bahwa Allah SWT berfirman : Apabila hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta, bila ia mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa, dan bila ia datang kepada-Ku dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari. (Buku Panduan Latihan Shalat Khusuk oleh Drs.H.Muchyar Hardi).

Masya Allah, alangkah dekatnya Tuhan dan demikian mudahnya melaksanakan shalat dalam rangka menghadap Allah SWT orang yang sedang sakitpun dapat melakukan shalat. Bagi yang sakit tak mampu berdiri dapat melakukannya sambil duduk, jika tak mampu duduk boleh dikerjakan sambil terlentang atau berbaring.

Namun, bisa atau pantaskah secara kasat mata akal pikiran manusia, menghadap kepada Tuhan Yang Maha Besar di perbandingkan dengan menghadap Orang Besar..? Kalaulah perbandingan itu sebagai tolok-ukur, dapat disimpulkan bahwa lebih mudah menghadap Tuhan Yang Maha Besar dari pada menghadap Orang Besar.

Dengan cara mendirikan shalat kita dapat langsung menghadap Tuhan Yang Maha Besar tanpa perantara seperti protokoler tidak di awasi sekuriti dan bebas daftar tamu bahkan tempatnya kita pilih sendiri sesuka hati . serta tidak perlu antri..!

Subhanallah Kebenaran dari Engkau Ya Allah Tuhan Yang Maha Besar kalau ada kesalahan dari postingan ini itu pasti dari saya Ya Allah, Mohon ampunan-Mu ..! Amin Ya Rabbal Alamin..!

***

PS : Mba Dyah … saya ga bohong … ini copy dari *Detik.Com … :)

Hot Blog

<!–Banner–>


Arti Pulang Kampung Buat

Seorang Dyah

2010-07-20 09:08:30 9 commentsKar33nar3shSebentar lagi Ramadhan trus habis itu pastinya Lebaran. Semua orang yang merantau biasanya memanfaatkan momen Lebaran untuk pulang kampung alias mudik. Bahkan mereka sudah jauh-jauh..(Read More)

***


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post